Jumat, 02 Februari 2018

Masjid Raya Institut Teknologi Sumatera

     Masjid Raya Institut Teknolgi Sumatera (ITERA) diproyeksikan menjadi Masjid terbesar se-Sumatera. Dibangun diatas lahan seluas 20 hektare, Masjid ini nantinya mampu menampung 42.000 jemaah. Arsitek masjid, Budi Faisal dalam pemaprannya mengatakan Masjid ini juga akan dibangun mewah dan megah. Karena dilengkapi berbagai fasilitas, mulai dari  Islamic Center, Plaza Masjid, Rumah Sakit, rest area, restoran,  Kantor sewa,  Asrama Taman hingga kolam retensi. Juga akan dibangun menara penanda setinggi 99 meter yang mengeluarkan cahaya siang dan malam, sehingga siapa pun yang lewat Tol Lampung dan ingin sembahyang di Masjid tersebut bisa melihat dari jarak puluhan Km. Jaraknya Masjid dengan pintu Tol sekitar 500 meter. Jadi siapapun yang melintas bisa melihat menara penanda tersebut. Karena cahayanya dari jauh juga sudah kelihatan.     Interior Masjid, juga akan dibalut dengan ornamen khas Lampung berupa siger dan motif tapis, sehingga cirikhas Lampung sehingga bisa menjadi icon provinsi Lampung dengan mengusung konsep kearifan lokal. Tak hanya itu, masjid ini juga dilengkapi dengan jalur bari berkebutuhan khusus. Sehingga jemaah yang menggunakan kursi roda bisa sampai ke ruang utama tanpa harus ada bantuan. Sementara untuk cadangan air bersih, digunakan teknologi penampungan air hujan pada ground tank untuk penghematan sumber air.    Sementara, Ketua MPR RI, Zulkifli Hasan mengatakan, ide awal pembangunan Masjid ini merupakan hasil diskusinya dengan Gubernur Lampung, M. Ridho Ficardo. Menurutnya pembangun Masjid ini sangat penting, terlebih dibangun di lahan ITERA yang menghasilkan orang-orang berpendidikan. Dengan adanya Masjid terbesar di ITERA, diharapkan manusia yang dihasilkan tak hanya menyemai bibit pengetahuan yang tinggi, tetapi juga iman dan taqwa yang kuat. Maka diberi  nama Masjid ini ‘Attanwir’ yang artinya sebagai tempat pencerahan dan pembaharuan untuk peradaban yang lebih baik. Maka dari itu, sudah selayaknya pembangunan ini bukan hanya tanggnung jawab ITERA, tetapi harus menjadi tanggung jawab bersama mulai dari Pemkab, Pemprov hingga pemerintah pusat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar